Tentu masih sangat segar di pikiran kita bro-sist, tragedi blag flag yang diberikan Race Direction untuk Marc Marquez. Yups, aturan dadakan yang dibuat RD berkenaan dengan permak baru aspal sirkuit Phillip Island, membuat team Marc Marquez sedikit bingung dan harus menerima kenyataan diskualifikasi.

Ketidakyakinan pihak supplier ban  terhadap ketahanan ban, mengharuskan race Phillips Island memangkas lap dan menggunakan aturan pit stop. Setiap pembalap diharuskan mengganti motor dengan ban baru pada akhir lap 9 atau 10.

Pihak Bridgstone sendiri belum melakukan pengujian terhadap sirkuit pasca di aspal ulang, rencananya supplier ban asal Jepang tersebut akan melakukan tes untuk mengembangkan ban yang sesuai dengan sirkuit tersebut untuk MotoGP tahun depan.

“Hal ini terbukti dari apa yang telah kita ketahui tentang kondisi sirkuit Phillip Island, maka dari itu kami perlu melakukan tes di sini sebelum race pada Oktober tahun depan” ujar Shinji Aoki Manajer Motorsport, pada Autosport.

“Phillip Island saat ini tidak di gunakan untuk tes oleh IRTA maupun team swasta. Saat ini kami sedang melakukan negosiasi bagaimana cara kami bisa melakukan tes dengan beberapa pembalap MotoGP sebelum race di Australia.”

“Dengan cara ini, kita dapat menggunakan data yang diperoleh untuk mengembangkan ban yang lebih sesuai dengan permukaan trek baru.”

Bisa dikatakan sedikit terlambat ya bro-sist, tapi apa mau dikata. Meski balapan kemaren terlihat seru dan menegangkan tetapi tidak demikian yang dialami oleh para rider MotoGP di Phillip Island sana.

“Di TV, itu ( race ) mungkin terlihat sangat mengagumkan dan menarik. Tetapi ku katakan pada kalian, itu adalah mimpi buruk untuk team. Rasa malu, bukan citra yang baik untuk melakukan hal- hal itu”, tegas Pedrosa.