Tekanan ban kurang merupakan masalah klasik yang sering kali dianggap remeh oleh para pengendara motor Honda, padahal dampaknya sangat terasa pada efisiensi biaya operasional harian. Banyak konsumen di Bintang Motor yang mengeluhkan mengapa motor mereka terasa berat dan bensin cepat habis, padahal mesin dalam kondisi sehat. Setelah dilakukan pengecekan oleh mekanik kami, ternyata penyebab utamanya adalah kondisi ban yang kekurangan angin (under-inflated). Kondisi ini menciptakan hambatan gulir (rolling resistance) yang lebih besar, sehingga mesin harus bekerja ekstra keras untuk menggerakkan roda.
Menjaga tekanan angin tetap sesuai standar pabrikan bukan hanya soal kenyamanan, melainkan kunci utama untuk mempertahankan performa PGM-FI agar tetap irit. Di diler Bintang Motor, kami selalu menyarankan pengecekan tekanan ban minimal satu kali dalam seminggu.
Hubungan Teknis Antara Ban Kempis dan Borosnya Bensin
Bagaimana bisa tekanan angin yang rendah membuat dompet Anda cepat kering? Berikut adalah penjelasan teknisnya dari kacamata ahli di Bintang Motor.
1. Meningkatnya Hambatan Gulir (Rolling Resistance)
Saat tekanan ban rendah, area permukaan ban yang bersentuhan dengan aspal menjadi lebih luas dan lebar.
Beban Mesin Bertambah: Permukaan yang luas ini menciptakan gesekan yang lebih besar. Akibatnya, mesin butuh tenaga (torsi) lebih tinggi hanya untuk membuat motor melaju di kecepatan rendah.
Putaran Mesin (RPM) Tinggi: Anda akan cenderung memutar tuas gas lebih dalam untuk mendapatkan kecepatan yang diinginkan, yang secara otomatis menyedot lebih banyak bensin ke ruang bakar.
2. Perubahan Bentuk Ban (Deformasi)
Ban yang kurang angin akan mengalami deformasi atau perubahan bentuk saat berputar. Proses perubahan bentuk yang terus-menerus ini menghasilkan panas berlebih dan membuang energi yang seharusnya digunakan untuk mendorong motor maju.
Dampak Negatif Lain Akibat Mengabaikan Tekanan Angin
Selain membuat tekanan ban kurang menyedot bensin lebih banyak, ada risiko keamanan dan biaya perbaikan lain yang mengintai Anda di diler Bintang Motor.
Risiko Jangka Panjang:
Ban Cepat Aus dan Retak: Gesekan berlebih dan panas akan merusak struktur karet ban. Ban akan lebih cepat "botak" secara tidak merata, terutama pada bagian samping (dinding ban).
Velg Rentan Penyok: Tanpa bantalan udara yang cukup, velg motor Honda Anda akan menerima benturan langsung saat menghantam lubang di jalan raya. Biaya perbaikan velg jauh lebih mahal daripada sekadar mengisi angin.
Kemudi Terasa Berat: Motor menjadi sulit dikendalikan (stang terasa kaku), terutama saat hendak berbelok atau bermanuver di kemacetan, yang tentu membahayakan keselamatan Anda.
Panduan Tekanan Angin Ideal di AHASS Bintang Motor
Agar motor tetap nyaman dan irit, tim mekanik Bintang Motor membagikan panduan praktis untuk Anda.
Tips Merawat Ban Honda:
Gunakan Standar Pabrikan: Untuk motor matic seperti Honda BeAT atau Vario, tekanan ideal biasanya berkisar 29 psi untuk ban depan dan 33 psi untuk ban belakang (sesuaikan jika berboncengan).
Gunakan Nitrogen: Jika memungkinkan, isi ban Anda dengan Nitrogen di diler Bintang Motor. Nitrogen memiliki molekul yang lebih besar sehingga tidak mudah bocor melalui pori-pori karet dan suhunya lebih stabil.
Cek Saat Ban Dingin: Lakukan pengecekan tekanan angin saat ban dalam kondisi dingin (sebelum digunakan perjalanan jauh) untuk mendapatkan hasil pembacaan tekanan yang paling akurat.
BACA JUGA BERITA TERBARU:
DAPATKAN INFORMASI LEBIH LANJUT
Ingin motor Honda Anda tetap irit dan nyaman digunakan setiap hari? Segera mampir ke bengkel AHASS Bintang Motor terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan gratis pada area kaki-kaki dan tekanan ban Anda. Kami siap memastikan perjalanan Anda selalu aman dan efisien.
Hubungi via WhatsApp: