Bintangmotor.com – Jika diperhatikan lebih teliti lagi, oli mesin yang dijual di pasaran memiliki warna yang beragam. Mulai dari warna kuning keemasan, biru tua, merah sampai warna ungu.

Namun yang menjadi perhatian adalah ketika motor kita baru mengganti oli kemudian dicek beberapa hari setelahnya, oli mesin yang berwarna tersebut akan berganti menjadi hitam.

Apakah itu tandanya oli tersebut tidak bagus? Atau karena bengkel yang kita gunakan tidak terpercaya?

Nah, dikutip dari GridOTO.com (18/02/19) bahwa “ Tidak selamanya oli berwarna hitam itu berarti jelek. Oli tersebut berwarna hitam bisa disebabkan karena oli sudah tercampur dengan residu ruang mesin dan bukti bahwa oli sudah bekerja dengan baik”.

Oli yang berubah warna menjadi hitam adalah bukti bahwa oli bekerja dengan baik, karena oli berfungsi sebagai pelumas serta pembawa kotoran yang hinggap di dalam mesin.

Umumnya 80% oli terdiri atas based oli dan 20% nya zat aditif. Zat aditif ini bermacam-macam, salah satunya adalah zat pembersih. Kandungan zat aditif pada oli diformulasikan untuk meningkatkan performa oli. Zat aditif yang terkandungan pada oli memiliki jumlah presentase yang berbeda-beda, sesuai dengan jenis kendaraan.

Bisa jadi, warna hitam pada oli mesin bisa disebabkan karena filter oli yang sudah harus diganti.