Kelebihan dan Kekurangan Motor Karburator Vs Motor Injeksi

Bintangmotor.com – Dari segi pengabutan bahan bakar, motor dibagi menjadi mesin berteknologi karburator dan mesin berteknologi injeksi.

Dikutip dari DetikOto (27/09) Jika karburator mengandalkan gerak naik-turun piston untuk menggerakan skep karbu, maka injeksi menggunakan sistem ECU (Electronic Control Unit) yang mengatur jumlah semprotan bensin melalui injektor.

Baik karburator maupun injeksi tentunya memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Apa saja?

Karbu dan injektorInjektor dan karburator Foto: Luthfi Anshori

 

“Pertama kalau dari segi konsumsi bahan bakar, mesin injeksi itu pasti lebih irit dari karburator ya, karena bahan bakar yang disemprotkan lebih presisi,” terang Marcell.

Mesin injeksi lebih irit karena bahan bakar yang disemprotkan melalui lubang injektor mengeluarkan partikel lebih kecil, sehingga lebih mudah terbakar.

Beda dengan sistem karburator yang mengandalkan proses pengabutan partikel bahan bakar secara mekanis, hanya mengandalkan kevakuman udara di ruang bakar.

Meski dari segi konsumsi bahan bakar karburator lebih boros dari injeksi, menurut Marcell, karburator punya keunggulan lain, karena gampang dimodifikasi untuk meningkatkan performa motor.

“Karburator lebih gampang dikustom. Kalau ingin semprotan bensin lebih banyak tinggal modifikasi ukuran pilot jet atau main jet. Performa motor bisa langsung meningkat. Kalau di injeksi kan nggak bisa karena perangkatnya banyak,” terang Marcell.

Biarpun lebih sulit dimodifikasi, teknologi injeksi dipercaya tetap lebih bertahan lama dibanding karburator.

“Injeksi tetap lebih tahan lama. Kalau karbu kan karet vakum, putaran gas, dan putaran anginnya sering rusak,” pungkas Marcell.