Kiprok Imitasi Murah tapi Nyatanya MAHAL

udah menjadi kisah nyata bahwa kebanyakan orang punya motor, terutama yang punya duit pas-pasan, saat menemukan kiprok / regulatornya rusak, lalu ngecek harga Originalnya ternyata harganya selangit begitu juga dengan kiprok imitasi. akhirnya pakai produk imitasi atau kwalitas nomer 2. dipakai sebulan, langsung jebol lagi, jebol lagi dan jebol lagi.

Sebagai contoh milik Honda Grand. asli buatan Honda Genuine Parts harganya Rp. 103.000,-.
ketimbang mahal, akhirnya pilih barang murah alias imitasi yang harganya Rp. 50-60 ribuan.murah banget donk!!!tetapi sebulan atau dua bulan kemudian, aki enggak bisa ngisi lagi lantaran kiprok jebol, gejalanya lampu depan redup-redup…, terpaksa ganti lagi yang baru.
bukan hanya itu, mending jika kiproknya nggak mau ngisi aja, coba kalo kiprok bisa ngisi tetapi karena dioda zener didalam kiprok rusak, pengisian menjadi over, akibatnya dapat merusak sel-sel didalam aki, jadi selain sampeyan ganti kiprok, juga harus ganti aki baru.
belajar dari kejadian itu, makanya saya menyarankan kepada bikers semua, untuk beli yang asli, sebab pakai palsu jatuhnya lebih MAHAL. Meski harga regulator Grand orisinil diatas 100 ribu, tetap lebih murah lantaran dipakainya bisa lima tahun.Ingat! jangan salah beli, berikut part numbernya:
  • Tipe Grand/Supra = 31600-KRS-971
  • Tipe Tiger = 31600-KG1-920
  • Tipe Supra X125 = 31600-KTM-N01
untuk itu, meski sekali lagi gunakan spare parts orisinil yang direkomendasikan pabrikan demi kenyamanan anda dalam berkendara sehari-hari dan juga kenyamanan kantong belanja anda. 🙂
Regulator tidak seperti komponen listrik lain. Sistem kerjanya tidak bisa ditawar-tawar.
Selain mengubah arus AC menjadi DC juga membatasi arus listrik jangan sampai berlebihan.

Comments

  • Tyo
    September 26, 2013 at 4:54 pm

    gak semua imitasi jelek bro … ada yg bagus jg meskipun kualitas tetap kalah dengan original, tp apakah kita tahu ? bahwa semua produk honda dr jepang untuk pengganti sparepartnya ? kalo kita mau jeli ternyata jg bbrp ada yg dr thailand, hanya sudah terpoles dgn cantik untuk bagian luarnya. untuk bbrp merk imitasi jg bisa di bilang 11-12 dgn ori, bahkan … (yg saya ketahui, dan saya rasakan sendiri) waktu saya di kasih flasher imitasi jauh lebih kuat dr orinya .. kok bisa ? di masukkan ke air sampai 4 hari lalu di pasang tetap joz, umur jg awet … plg cm beda 1-3 bln doang dengan ori yg notabene harga selangit … dan jgn salahkan barang jg, kadang sekalipun barang ori kalo mekaniknya bego ya ampun2 deh, sama aja parah jadinya. intinya semua harus check and re-check lg … jgn asal bilang “oh rusak ininya … oh imitasi ya ? oh ini ori emang sudah umurnya … oh orinya cacat produksi”. semua adalah buatan manusia/pabrikan … tidaklah ada yg sempurna ^.^

  • ratz
    Oktober 24, 2014 at 9:47 pm

    Met gini hari dan Salam Biker, Gan.
    Di saat motor2 baru banyak beredar di jalanan, saya masih menyukai dan mencintai motor andalan-teman sehati, “si item” Supra X 100CC 2005. Pertanyaannya :
    Saat ini di sekitar mesin terdengar suara “tek tek tek tek”. Apakah itu suara Rantai Keteng cs atau Seher cs yang sudah harus diganti?
    Moga sukses selalu aktivitas dan usahanya, Gan.
    Trims.

chat
Add a comment